Prediksi bola dunia – Brendan Rodgers: Football Inteligen ataupun Hanya Beruntung?

Category : Artikel

Masih ingat poster yang sering dibawa fan saingan saat Manchester United bertanding musim silam? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, tersebut sama sekali tak sanjungan bagi eks manajer Everton itu.test1

“Football genius” alias jenius sepakbola yang dilekatkan pada Moyes kian termasuk sindiran akibat hasil-hasil buruk yang didapat United sepeninggal Sir Alex Ferguson. Rusaknya raihan Red Devils di bawah didikan Moyes di musim 2013/14 segera saja ditimpakan di pria Skotlandia itu.

Musim ini, terdapat 1 orang yg berpotensi dilabeli label itu. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds momen ini sedang hancur pada liga & juga Liga Champion. Dr seluruhnya 13 pertandingan di dua ajang itu, Steven Gerrard telah menanggung tujuh kekalahan & 2 kesempatan draw.

Perolehan itu melenting 180 derajat dr pencapaian musim sebelumnya dalam mana Liverpool hampir memenangkan Premier League pra khatam di posisi runner-up. Sepatutnya Rodgers menuntaskan upah sebesar 130 juta pound lebih di perbisnisan transfer. Uang sebesar ini berubah wujud di dalam bentuk sembilan tokoh baru Liverpool, dengan 1 di antaranya dipinjamkan kembali di klub pusat.

Menuntaskan duit besar & terseok-seok di papan klasemen, Rodgers refleks jadi material olok-olok. Karna musim yg lalu mulutnya pernah nyinyir mengkritik Tottenham Hotspur yg membersihkan lebih atas 100 juta pound namun demikian susah payah memiliki tiket ke Europa League.

“Dengan upah belanja lebih atas 100 juta pound, satu buah kru semestinya bersaing dalam jalur perselisihan juara, ” begitu bunyi Rodgers mengenai Spurs kala tersebut. Kata-kata yg waktu ini berbalik kepadanya.

Pekan ke 2 aja Liverpool telah menobatkan kekalahan. Akan tetapi lawan yg dihadapi ketika itu, Manchester City, ialah juara bertahan sekaligus diperkuat pemain-pemain mahal, dengan demikian kekalahan dalam Etihad Stadium mampu dimaklumi. Tetapi begitu Aston Villa, West Ham United serta terakhir Newcastle United dapat menggulung The Reds, bertambah transparan tampak kalau Rodgers menghadapi masalah.

Blunder Transfer

Orang-orang dgn gampang menyatukan melorotnya penampilan Liverpool musim ini dgn penjualan Luis Suarez. Bukan kebetulan pula kalau menterengnya performa Liverpool musim dahulu didominasi oleh kiprah El Pistolero. Perolehan 31 gol tambah seleret assist & hadiah hukuman yang disebabkan sama akselerasinya menyantuni Liverpool memproduksi 101 gol musim sebelumnya.

Kepergian Suarez ke Barcelona bermakna Liverpool kehilangan wujud yang berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim sebelumnya. Tapi menghubungkan melorotnya intensitas Liverpool musim ini semata-mata dalam kepergian Suarez tentu saja terlalu memudahkan masalah. Persoalannya kian dari tersebut

Ya, penjualan Suarez termasuk kehilangan gede bagi Liverpool. Namun Suarez memproduksi kas tim terisi dana baru sebesar 70 juta pound yang siap digunakan Rodgers buat mendirikan tim. Disematkan penggawa lama serta sekitar tokoh muda yg dijual murah, Rodgers miliki dukungan dana berlimpah ruah utk belanja pemain di perbelanjaan transfer.

Di sinilah posisi blunder baru Rodgers dalam musim 2014/15. Tatkala berbelanja pada musim panas dahulu, Rodgers semakin menegaskan di stok tokoh demi kedalaman regu ketimbang menahan perginya Suarez. Sungguh mengherankan begitu perbelanjaan transfer telah hampir habis, gak tersedia 1 striker top pun yang didatangkan ke Anfield. Sampai dengan kesudahannya Mario Balotelli tiba

Detik.com sepak bola – Histori & Trivia Piala AFF: Macan yg Mengaum daripada Tenggara

Category : Artikel

Piala AFF sesungguhnya lahir di masa yang tidak begitu menyenangkan. Tidak lama selepas kelahirannya, resesi ekonomi menjangkit ke mana-mana, ke segenap negara, termasuk Asia Tenggara. Belum lagi gejolak politik yg melanda sejumlah negara, turut mengganggu kesinambungan pertandingan tertinggi pada Asia Tenggara tersebut.test1

Faktanya, usikan ini tak berpengaruh banyak. Piala AFF-lah yg lantas jadi tonggak berkembang serta meratanya kualitas sepakbola dalam Asia Tenggara.

Kala pertama kali muncul, Thailand serta Singapura tampil dominan. Mereka berputar menarik kondisi puncak. Di pembukaan penyelenggaraannya, ditemui jurang mutu yang benar-benar lebar antar negara. Konsistensi sepakbola tatkala itu tengah ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Sementara itu, negara seperti Filipina & Brunei Darussalam masih kadang kala memerankan bulan-bulanan tandingan.

Perlahan negara2 pada Asia Tenggara start melaksanakan penyesuaian. Memiliki peningkatan mutu dgn bermacam2 cara, mulai dr naturalisasi pemain sampai penerapan kompetisi berjenjang yang dikelola mengacu pada benar-benar. Waktu ini, lawan telah menerka Filipina & Myanmar sejajar calon juara.

Piala AFF digelar 2 tahun sekali. Ini yg menciptakan pembinaan dalam negara-negara Asia Tenggara seolah tak sempat habis. Tahun ini berlatih, tahun depan melawan mudah-mudahan mimpi dapat buru-buru diraih.

Sepakbola seperti magnet yang mempunyai dampak terhadap sisi di luar sepakbola. Oleh karena itu, sebagai juara di medan terkenal se-Asia Tenggara dengan otomatis bakal mengangkat citra negeri.

Dgn tempat sederajat kompetisi tertinggi, Aliansi Sepakbola Asia Tenggara, AFF, kendati menghasilkan undang-undang baru. Khusus pada bagian olahraga sepakbola di SEA Games, tiap negara cuma mampu merapatkan pemain dengan usia di dasar 23 tahun. Hukum ini sejalan dgn apa yg diterapkan di Olimpiade oleh Asian Games.

Tatanan ini punya impak istimewa buat negeri yang betul-betul mengerjakan pembinaan usia dini. Para pemain muda diuji pada SEA Games. Keikutsertaan Sea Games jadi penting untuk ujian pertama sekalian ajang meningkatkan pengalaman berlomba tokoh muda dalam level internasional. Tujuan belakangan tentu saja bermuara di Piala AFF. Performa tinggi di dalam peringkat ini memproduksi mimpi tidak lagi sepadan ilusi, akan tetapi merealisasikannya hingga benar-benar terkabul.

Soal penguasaan performa dan format pertandingan, Piala AFF bisa dibagi ke dalam dua era. Uniknya, era ini ada sangkut pautnya dgn sponsor yang mengantongi kuasa penerapan identitas resmi duel.

Piala AFF lahir di 1996 dengan sebutan “Piala Tiger” atau pun “Tiger Cup”. Unsur ini tidak beda karena sponsor laga itu yakni produser bir bermerek “Tiger” sumber Singapura. Momen itu, tujuan sepakbola di Asia Tenggara tetap berperang pada Thailand juga Singapura. Thailand dikenal mempunyai kesanggupan pemain berbakat, sementara Singapura demikian sungguh-sungguh menggalang udara sepakbola.

Wilayah lainnya seperti Indonesia, sangat berniat untuk meraih gelar internasionalnya. Dalam level senior, tim nasional Indonesia terakhir kesempatan juara di dalam SEA Games 1991 yg dihelat di Jakarta. Soalnya SEA Games tidak lagi jadi duel terkenal, oleh karena itu segenap pelaksanaan sepakbola terfokus di Piala AFF dan Piala Asia.

Ada suatu optimisme saat tersebut begitu PSSI menyatu persaingan Perserikatan dan Galatama dalam 1994. Peleburan tersebut menyatukan tim – kru yang berdasar pada tradisional kuat secara performa serta cerita, dgn pasukan terlatih yg gak dibiayai APBD. Iklim kompeten pun sedari berasa pada Liga Indonesia kala ini.

Selain tersebut, PSSI memiliki rencana jangka lama dgn menyampaikan bakal muda di luar negeri guna merenggut ilmu. Betul2, tak seluruh berjaya, akan tetapi beberapa di antara mereka sebagai kunci tim nasional Indonesia pada Piala AFF tahun 2000 serta 2002.

Permainan judi – Prancis Selesaikan Swedia 1-0

Category : Artikel

Prancis mengendalikan Swedia pada pertarungan friendly dalam Stade Velodrome. Walau demikian gara-gara penampilan oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis mesti menunggu sampai menit ke-84 buat memastikan keunggulan 1-0 lewat gol daripada Raphael Varane.test1

Menyuguhkan Swedia, Rabu (19/11/2014) subuh WIB, Prancis menciptakan kesempatan tatkala kompetisi meruntun menit ke-11 melalui operan daripada Paul Pogba yg disambut terjangan Layvin Kurzawa, walaupun bola belum jelas di incaran. Enam menit selesai tersebut tembakan Pogba juga masih melayang daripada gawang Swedia.

Prancis menelan peluang emas dalam memimpin pada menit ke-36 begitu Andre-Pierre Gignac melepaskan operan ke haluan Antoine Griezmann di kotak hukuman Albania. Namun demikian penyelesaian akhir kurang sip daripada Griezmann membuat kiper Andrea Isaksson tetap siap mengamankan bola.

2 menit selepas tersebut Swedia kembali bisa bernafas lega sehabis ofensif Prancis kembali tidak berhasil gol. Bermula atas umpan silang Dimitri Payet yang gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth dan lalu buktikan mengusik bola meskipun si kulit bundar malah mengarah ke gawagnya sendiri. Beruntung bagi Krafth dan Swedia, arahnya masih belum benar-benar pas & masih melenceng.

Swedia lalu kemudian menghasilkan Prancis tersentak 4 menit sebelum diturunkan minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin dapat menyepak bola ke arah gawang Prancis, membuat kiper Steve Mandanda kudu mengelola penyelamatan pada kolong mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di mula putaran ke-2 Isaksson balik mengayomi gawang Swedia. Periode itu daripada usaha Gignac yg menyampaikan operan daripada Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya di menit ke-60 dengan menepis bola tembakan Griezmann dan kemudian menolak bola tembakan tokoh substitusi Prancis Moussa Sissoko pada menit ke-79.

Tapi gawang Isaksson alhasil jebol juga tatkala perjuangan mewariskan enam menit dalam tempo normal. Dari satu buah terjangan pojok, kiriman bola Griezmann berjaya disambut Raphael Varane pada tiang deket buat menaklukkan Isaksson yang kesempatan ini harus memungut bola daripada dalam gawangnya

Semenit sesudah itu Prancis mendapat kesempatan emas utk menambah keunggulan setelah wasit menunjuk titik putih akibat handball atas Oscar Wendt. Karim Benzema kemudian maju bagi sebagai pengeksekusi… walau sedang gagal menyempurnakan tugasnya selesai mengirim bola mengangkasa daripada target. Gak terdapat lagi gol yg tercipta di sisa waktu.

Dampak itu menciptakan Prancis sudah melaju tak terkalahkan dalam enam kompetisi sambung-menyambung sesudah Piala Dunia, di mana 4 di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim unggul semacam Spanyol serta Portugal.

Pada rivalitas kali itu Les Bleus dicatat ESPN terlihat super atas Swedia. Selain hebat penguasaan bola 64%-36%, Prancis pula mengabadikan enam tembakan tepat sasaran dari 28 percobaan, adapun Swedia menghasilkan lima tembakan saja di mana cuma dua di antaranya yang menentang pada bidikan.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Pasaran bola liga champion – Instinct Hunt: Selebrasi Dua Dekade Predator

Category : Artikel

Telah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas mengeluarkan seri Predator; salahsatu sepatu yg jadi tonggak bermanfaat dalam teknologi sepatu sepakbola, pun 1 yg terpopuler pada jagat lapangan hijau. Adidas menyelesaikan peringatan dua dekade predator dgn mengeluarkan anak terkini: Predator Instinct Hunt.test1

Predator, tak dapat dipungkiri, yaitu salah satu titik penting di dalam perkembangan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar-benar terhitung rada biasa, akan tetapi berdasar pada teknologi sepatu ini sanggup dibilang sepatu tercanggih saat pertama kali diluncurkan.

Prosesi Predator dimulai sama seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Selesai purna karya, Johnston yg mengantarkan, ‘Si Merah’ meraih lima gelar Liga Inggris kembali di tanah kelahiran orang-orang tuanya, yakni Australia. Di sana, dia membuang waktu guna mengatur anak-anak.

Katanya untuk satu babak kursus, Johnston sudah minta budak asuhnya buat menendang bola dengan kian baik, semakin terorganisasi, serta energik. Namun demikian anak-anak itu ketegangan, dan kemudian bersuara di Johnston jika sepatunya terlalu licin. Sebabnya gak lain sebab sepatu yg dikenakan anak-anak tersebut berasal dari kulit plus kondisi ketika itu sedang hujan.

Momen itulah Johnston punya ide guna mengangkat satu bat pingpong, mengangkat permukaan karetnya, & menempelkannya ke sepatunya. Sepatu eksperimennya tersebut kemudian sinambung dibawa menongol dan dicoba buat mendepak bola. Hasilnya? Voila! Karet pada sepatu menciptakan lebih luntur mengeloskan upaya tertentu kala menyepak bola, juga tentu aja sepatunya saat ini siap lebih ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton dan kemudian menyiarkan ide makin jauh, mengombinasikan karet dengan kulit kanguru yg ringan oleh fleksibel. Belakangan Johnston juga menginvestasikan ide lain mengenai teknologi sol Traxion yang sampai masa ini dikenakan Adidas.

Meski demikian, sepatu prototipe Johnston mulanya tidak diterima sama sejumlah perusahaan sebagaimana Nike juga Reebok, lebih dari itu Adidas seorang diri. Akan tetapi, sehabis sukses merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, & Paul Breitner mempergunakan sepatunya pada keadaan salju, Johnston mampu meyakinkan Adidas buat membeli hak design prototipe tersebut juga memiliki 2% atas seluruh penjualan. Disebut-sebut butuh waktu sampai lima tahun buat meyakinkan jika idenya hendak berhasil.

Sejak saat tersebut, sepatu prototipe Johnston merembet memerankan Predator juga jadi unit dari histori sepakbola. Predator kendati terus berevolusi dengan beraneka ragam pengembangan yang dikerjakan sama Adidas. Tercatat setidaknya ada 14 seri predator yang lahir selanjutnya.

Menyusul sukses kemunculan si ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir di dalam 1995. Adidas menggalang balik kerangka karet di sepatu dan bertambah besar membuat kulit kanguru demi kepuasan. Tahun selanjutnya lahirlah Predator Touch. Dan kemudian beruntun-runtun Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), serta yang terakhir adalah seri Predator Instinct (2014)

Master agent betting – \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’Instinct Hunt\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’: Perayaan Dua Dekade Predator

Category : Artikel

Telah 20 tahun sejak pertama kali Adidas mengeluarkan seri Predator; salah satu sepatu yang tampil tonggak bermanfaat di teknologi sepatu sepakbola, kendati 1 yang terpopuler di jagat lapangan hijau. Adidas mengakhiri teguran dua dekade predator dgn memelopori anak terkini: Predator Instinct Hunt.test1

Predator, tak mampu dipungkiri, adalah satu diantara titik berarti di dalam kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya betul2 terbilang cukup simpel, namun demikian mengacu pada teknologi sepatu tersebut bisa dibilang sepatu tercanggih saat pertama kali diluncurkan.

Pelancongan Predator diawali oleh seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Tamat pensiun, Johnston yg menjatuhkan ‘Si Merah’ mengait lima gelar Liga Inggris kembali ke tanah kelahiran orang-orang tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia meluangkan saat guna melatih anak-anak.

Konon untuk 1 sesi latihan, Johnston sempat minta anak asuhnya bagi menendang bola dgn kian baik, kian terorganisasi, serta tangguh. Akan tetapi anak-anak itu tragedi, kemudian bertutur dalam Johnston kalau sepatunya amat licin. Sebabnya tidak lain sebab sepatu yg dikenakan anak-anak ini terbuat dr kulit plus kondisi tatkala itu sedang hujan.

Detik itulah Johnston memiliki ide utk memungut suatu bat pingpong, mengangkat sisi karetnya, & menempelkannya di sepatunya. Sepatu eksperimennya itu kemudian segera dibawa menongol juga dicoba untuk menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet pada sepatu membuatnya semakin gampang mengeloskan konsekuensi tertentu kala mendepak bola, serta tentu aja sepatunya waktu ini siap kian ‘menggigit’ bola.

Dari sepatu prototipenya itulah Johsnton lalu menyebarkan ide makin jauh, mengombinasikan karet dgn kulit kanguru yang ringan oleh fleksibel. Belakangan Johnston juga menempatkan ide lain mengenai teknologi sol Traxion yg hingga waktu ini dipakai Adidas.

Meski demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya tidak diterima sama sekitar industri ibarat Nike serta Reebok, apalagi Adidas seorang diri. Namun,, sesudah berhasil mencetak Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, juga Paul Breitner mempergunakan sepatunya di dalam kondisi salju, Johnston mampu meyakinkan Adidas buat membeli hak desain prototipe ini juga mendapatkan 2% atas semua penjualan. Disebut-sebut butuh waktu hingga lima tahun utk memastikan bahwa idenya bakal berhasil.

Mulai saat tersebut, sepatu prototipe Johnston berubah menjadi Predator serta sebagai sesi dari silsilah sepakbola. Predator pun terus berevolusi dgn bermacam-macam pengembangan yg dilakukan oleh Adidas. Termasuk setidaknya ada 14 seri predator yg lahir berikutnya.

Membuntuti sukses kemunculan sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir di dalam 1995. Adidas menata balik wujud karet pada sepatu serta lebih banyak menempatkan kulit kanguru demi kenyamanan. Tahun selanjutnya lahirlah Predator Touch. Lantas berulang-ulang Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), juga yg terakhir merupakan seri Predator Instinct (2014)

agent bola – Belanda Kalahkan Latvia Enam Gol Tanpa Balas

Category : Artikel

Belanda memikat 3 angka di kelompok keempatnya dalam kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyuguhkan Latvia, Belanda berpesta setengah lusin gol dgn keunggulan telak 6-0.test1

Dalam Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) dinihari WIB, Robin van Persie memelopori acara gol Belanda untuk Latvia di menit ke-6. Arjen Robben menambah keberhasilan tuan rumah di menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar menghasilkan Oranje mengambil paruh waktu dgn keuntungan 3-0.

Di episode ke-2, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menambah keberhasilan Belanda. Robben, yang tampil impresif seputar laga, kemudian mencetak gol keduanya dalam menit ke-82, sebelum Huntelaar menyelesaikan perayaan gol Belanda 2 menit menyambut berakhirnya waktu normal.

Hasil ini menutup susunan dua kegagalan berangkaian Belanda yg pra ini kalah 0-2 daripada Islandia di partai kualifikasi & setelah itu 2-3 atas Meksiko pada kelompok friendly.

Kinerja itu memproduksi Belanda sekarang mengoleksi enam poin atas empat laga, utk duduk di stan jabatan tiga klasemen Grup A dalam pangkal Republik Ceko oleh Islandia yang sama-sama memiliki 9 poin serta baru 3 kali bermain–keduanya pula akan bertanding subuh ini.

Sementara Latvia tersangkut dalam posisi 4 dengan raihan dua angka perolehan dr dua kali sama mata & dua kali kalah.

Robin van Persie serta-merta memproduksi Belanda unggul saat laga baru berjalan enam menit. Satu sodoran umpan silang daripada Arjen Robben dengan jitu disambut tandukan Van Persie ke panduan tiang jauh.

Enam menit dan kemudian Robben balik meneror kaum tambak Latvia. Ia berhasil merebut celah & menembak, meskipun bola belum tertuju ke sisi bidikan.

Bisnis Latvia menyambut belum memicu hasil. Operan dari Aleksandrs Fertovs betul2 mampu diteruskan Valerijs Sabala dengan sundulan, walaupun haluan si kulit bundar tengah melenceng dr gawang Belanda.

Gol kedua pada perjuangan dan kemudian lahir di menit ke-35, balik dalam belanda, juga dr kombinasi yg sama semacam gol sebelumnya kendati dengan keikutsertaan yg berbeda. Robben menguasai bola di kanan serta lantas bekerja serupa satu-dua dengan Van Persie pra mencopot terjangan jitu yang tak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Sebelum tempo turun minum Belanda balik menaikkan keunggulannya kepada Latvia. Daripada sisi kiri Ibrahim Afellay mengirim bola ke depan gawang, bagi disambut Klaas-Jan Huntelaar dgn sontekan hati-hati meskipun ada di kolong bimbingan tokoh lawan.

Keberhasilan Belanda terkini kembali menonjol detik laga menganeksasi menit ke-78. Van Persie kembali berkontribusi periode ini dengan menyampaikan sepak sudut Wesley Sneijder bagi setelah itu disambar Jeffrey Bruma guna menciptakan gol keempat Belanda.

Delapan menit menyambut bubaran, Georginio Wijnaldum yang baru beberapa menit merasuk mengoper Van Persie melepaskan bola ke haluan Robben yang kemudian sekali lagi menyingkapkan kesibukan individunya sebelum memaksa kiper Kolinko memungut bola dari di gawangnya guna kesempatan kelima di pertarungan.

Prediksi taruhan bola – Italia vs Kroasia Finis Draw

Category : Artikel

Italia sempat memimpin terlebih dahulu bagi Kroasia lewat Antonio Candreva. Akan tetapi keunggulan tidak bertahan lama yang mana Ivan Perisic mencipta gol penyama kedudukan. Ke 2 kru kendati berbagi 1 angka dengan skor 1-1.test1

Duel Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg berlangsung di San Siro, Senin (17/11/2014) dinihari WIB itu berproses yang tidak tertutup. Kroasia mulai awal merealisasi pressing ketat mengenai tuan rumah, sementara Italia mencoba melaksanakan ofensif tangkas melalui ke-2 sayap.

Italia sanggup menang bertambah dahulu via sepak Candreva di menit ke-11. Tetapi keberhasilan Gli Azzurri gak bertahan lama sehabis Perisic menyepadankan kedudukan di menit ke-15.

Dalam ronde ke-2, Kroasia makin bergairah juga makin dominan di dalam penguasaan bola. Selama Italia berupaya memukul melalui hantaman balik tangkas. Tapi ke 2 pasukan gak berhasil mencipta gol tambahan sampai perjuangan usai.

Pertarungan itu sudah dihentikan kurang lebih 10 menit ketika menganeksasi menit ke-72. Semula kembang api menghujani lapangan, tidak lama bersela kegaduhan tercipta di tribun sektor pendukung Kroasia. Setelah kondisi kembali kondusif, wasit ambil keputusan lanjutkan duel.

Pada dampak seri ini, Kroasia juga Italia sedang menduduki stan jabatan satu-dua Grup H secara berturut-turut dgn sama-sama mengoleksi nilai 10 dr 4 perkelahian. Di simpulan keduanya ialah Norwegia dgn 9 poin, yang pada rivalitas lain menang tipis 1-0 untuk Azerbaijan.

Selama itu Bulgaria bermain seri 1-1 kontra Malta. Secara beruntun Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyelesaikan status 4-6

Ivan Rakitic melepaskan terjangan keras dr luar kotak sanksi di dalam menit ke-6. Tetapi Gianluigi Buffon dengan lincah mengelokkan. 3 menit bersela, giliran Luka Modric melaksanakan percobaan, juga kandas dalam tangan Buffon.

Lebih dulu tertekan, Italia lebih-lebih mengait keberhasilan di dalam menit ke-11. Bermula dr sepak terjang Simone Zaza di dalam tempat hukuman. Selesai tembakannya diblok bek, bola bayangan yang balik pada penguasaan Zaza dan kemudian disodorkan kepada Antonio Candreva di depan kotak penalti.

Candreva segera menyasarkan tembakan keras ke pojok kiri gawang & tidak mampu dihentikan Danijel Subasic.

Namun demikian keunggulan ini gak bertahan lama. 4 menit lalu kemudian, Kroasia menyeragamkan posisi. Ivan Perisic melakukan tusukan di sisi kiri dan berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yg sebenernya mengarah akurat ke Buffon. Tapi antisipasi si kiper kurang baik dengan demikian bola melewatinya & masuk ke gawang.

Italia mencecahkan sebuah peluang bagus dalam menit ke-34. Via serangan segera, Roberto Soriano mengelakkan umpan silang atas kanan mengarah ke Mattia De Sciglio yang tak terkawal pada dekat tiang jauh. De Sciglio mencoba menyambut bola dgn sepakan voli, tapi melenceng.

Welbeck Dua Gol, Inggris Tekuk Slovenia 3-1

Category : Artikel

Inggris pernah ketinggalan lebih dulu dalam persaingan membelot Slovenia. Namun, The Three Lions dapat menelungkupkan posisi & unggul dengan skor 3-1. Danny Welbeck mendermakan 2 gol guna tim tuan rumah.test1

Pada perkembangan Kualifikasi Piala Eropa 2016 dalam Wembley, Minggu (16/11/2014) dinihari WIB, Inggris mengendalikan pertunjukan juga banyak menobatkan peluang semenjak awal. Namun demikian, sampai turun minum, skor 0-0 tetap bertahan.

Pada paruh kedua, gol bunuh diri Jordan Henderson menuntun Slovenia menang semakin dulu. Tapi, Inggris menyampaikan tangkisan yg luar biasa baik. Setelah menyandingkan kedudukan melalui tendangan sanksi Wayne Rooney, mereka memastikan keunggulan lewat dua gol Welbeck.

Kemenangan itu menghasilkan Inggris di kondisi teratas klasemen sementara Grup E dgn poin 12 dari empat pihak. Slovenia langsung di bawahnya dgn nilai enam.

Jalannya Pertandingan

Kesempatan mula-mula pada laga itu menjadi milik Slovenia. Jasmin Kurtic menyebarkan umpan lambung yg disundul Andraz Kirm. Namun, sundulan Kirm dengan enteng ditangkap Joe Hart.

Inggris baru siap menyampaikan intimidasi pada menit ke-17 dengan usaha Raheem Sterling. Sterling yang meraih umpan dr Rooney mengelakkan sepakan kaki kanan, akan tetapi arahnya sedang menyimpang.

Berjarak 4 menit, giliran Rooney yg memiliki kesempatan. Rooney menjemput bola dr Welbeck dengan depakan voli, yang tengah melambung pada atas mistar.

Welbeck menggeser kesempatan yang dia dapat di dalam menit ke-30. Walaupun dia tak terkawal, sundulannya menyampaikan umpan silang Sterling tetap melenceng.

Usaha Welbeck pada menit ke-37 juga belum membuahkan gol utk Inggris. Sepakannya atas luar kotak hukuman melayang.

Sampai berakhirnya putaran pertama, ke 2 kesebelasan sama-sama tidak mampu mencetak gol. Skor 0-0 masih bertahan.

Rooney menebar bahaya di gawang Slovenia dalam awal putaran ke 2, tepatnya menit ke-48. Dia menyundul bola impak sepak pojok Adam Lallana, tapi arahnya tengah melebar.

Meskipun semakin banyak mengatur kesempatan, Inggris tertinggal makin dulu. Gol Slovenia adalah impak gol bunuh diri Henderson pada menit ke-57. Bermaksud menguraikan umpan silang Kirm, Henderson sekiranya menyingkirkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tetapi, keberhasilan Slovenia tersebut tak bersitegang lama. Di menit ke-59, Inggris menyamakan tingkat melalui sepakan penalti Rooney. Hadiah penalti itu diberikan sama wasit selepas Bostjan Cesar mengabaikan Rooney di zona terlarang.

Inggris berjaya menelungkupkan kondisi ketika pertarungan berusia 66 menit. Berpangkal atas tembakan Lallana dr sudut sempit yg dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound memfokus ke Welbeck, yg langsung menyambarnya bagi menjebol gawang Slovenia.

Welbeck kembali menempatkan namanya pada papan skor enam menit dan kemudian. Penyerang Arsenal ini tampil sasaran satu-dua dgn Sterling sebelum menaklukkan Handanovic lewat tembakan kaki kanannya. Inggris pun memimpin 3-1.

Keunggulan tersebut sukses dipertahankan Inggris sampai peluit panjang bersuara. Mereka pun meraih tiga angka di dalam laga itu.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Agen betting bola – Inggris Vs Jerman, Lebih dr Rivalitas Persahabatan

Category : Artikel

Inggris bakal menyuguhi Jerman dalam laga uji coba pada Stadion Wembley, Selasa (19/11/2013) saat setempat maupun Rabu (20/11/2013) dini hari WIB. Meski bertema rivalitas uji coba, kedua tim menyimpan diri guna unggul.test1

“Aku benar2 bahagia main pada hari Selasa. Itulah sebabnya kami di sini, khususnya menggulung Jerman. Mereka ialah rival kami, tdk di dalam cara yg merisaukan, sebab kami meraup rasa hormat di mereka. Tetapi kami ingin meruntuhkan mereka, ” kata Frank Lampard, Minggu (17/11/2013).

“Enggak ada dalih laga mengelak Jerman merupakan rivalitas pertemanan. Ada banyak sejarah serta itu udah sepatutnya. ”

Bersuanya Inggris serta Jerman nanti malam ialah yg mula-mula untuk 3 tahun. Terakhir, keduanya bertemu di dalam perdelapan final Piala Dunia 2010, yang tamat 4-1 buat Jerman.

Pada pertengkaran tersebut, Lampard melepaskan tembakan sampai bola menanggung garis gawang, walau demikian dianulir. Dari segi wasit bola hasil tembakan Lampard belum menguasai strip gawang.

“Ini udah mengatur reparasi pada sepak bola di mana kami memiliki teknologi strip gawang sebagai bonus, ” pertuturan gelandang Chelsea ini.

“Namun demikian unsur itu mengecewakan sebab itu (jika golnya disahkan) hendak meniadakan permainan. Kami keluar dalam sesi kedua tatkala 2-1 serta lantas menempuh mistar. Aku mengerti itu. ”

Sementara tersebut, beberapa pendukung Jerman menyiarkan bahwa persoalan tersebut yakni karma atas kasus tatkala final Piala Dunia 1996.

Ketika tersebut, bola impak terjangan penggempur Inggris Geoff Hurst yang di dalam rekaman video sedikit pun belum melewati garis gawang Jerman yang dipelihara Hans Tilkowski, disahkan untuk wasit.

Inggris walhasil unggul 4-2 melalui sesi tambahan waktu, selepas sebelumnya selama 90 menit ke 2 skuad bermain seri 2-2. Inggris kendati menuntaskan gelar juara dunia mereka yang memerankan gelar satu-satunya negeri Ratu Elizabeth di turnamen besar sampai dengan sejauh ini.

Siaran langsung

Global TV, Rabu (20/11/2013) pukul 03.00 WIB

Prakiraan susunan pemain

Inggris: Joe Hart; Ashley Cole; Tom Cleverly, Frank Lampard, Adam Lallana, Gary Cahill , Cris Smalling , Phil Jagielka, Jermaine Defoe, Wayne Rooney; Daniel Sturridge

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih : Roy Hodgson

Jerman: Roman Weidenfeller; Lars Bender, Marco Reus, Draxler, Per Mertesacker, Matt Hummels, Marcell Jansen, Philipp Lahm; Toni Kroos, Andre Schürrle; Maximilian Kruse

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih: Joachim Loew

Rekor pertemuan

27-06-2010 Jerman 4-1 Inggris

19-11-2008 Jerman 1-2 Inggris

22-08-2007 Inggris 1-2 Jerman

01-09-2001 Jerman 1-5 Inggris

07-10-2000 Inggris 0-1 Jerman

Lima pertandingan terakhir

Inggris: M-S-S-M-K

Jerman: M-M-K-S-S

Download game bola tangkas – Prancis Sekadar Jalani Laga-laga Friendly, Deschamps Tetap Optimistis

Category : Artikel

Prancis hanya menjalani laga-laga pertemanan menuju Piala Eropa 2016 soalnya statusnya tuan rumah. Biar begitu, pelatih Les Bleus Didier Deschamps optimistis timnya selalu kompetitif dgn tim-tim gede lain.test1

Untuk tuan rumah, Prancis memang sinambung meraih 1 lokasi dalam putaran final Piala Eropa 2016. Ini jelas satu signifikansi sebab mereka tidak kudu berebut tiket dgn negara-negara lain.

Akan tetapi pada lainnya sisi, ini jadi satu buah kerugian yang beda sebab dgn begitu, Prancis tidak pernah main pada pertandingan kompetitif. Dikhawatirkan, tiap-tiap tokoh gak mengalami perkembangan mempunyai arti dgn hanya terlihat pada partai-partai silaturahmi.

Hanya saja Deschamps percaya diri anak asuhnya bakal selalu siap menimbulkan performa terhebat pada putaran final kelak. Pelatih 46 tahun tersebut terlebih lagi menetapkan jadi juara grup meski kelak kudu berjumpa dengan tim-tim gede layaknya Jerman, Belanda, Italia, dan yang lain.

“Laga-laga ini adalah rivalitas silaturahmi serta kami tidak bakal mengangkat pertandingan lain selain club silaturahmi menyongsong Euro. Meski demikian, kami tentu miliki laga-laga gede yang menyambut, ” katanya dikutip Daftar taruhan bola.

“Kami telah menghadapi Spanyol serta kami akan melawan Italia, Inggris, Belanda, juga Jerman. Kami udah ada pada putaran final, kami pengen finis selaku juara grup walaupun itu gak betul-betul berharga, ” tambahnya.

Pasukan ‘Ayam Jantan’ sejauh ini mengarungi laga-laga uji coba dengan indah. Telah empat pertarungan dilalui dengan impak 3 kemenangan serta satu kesempatan imbang. Dua atas kemenangan itu bahkan didapat atas klub sederajat Spanyol dan Portugal

Eks pembimbing Juventus & Marseille ini mengesahkan berencana menggunakan pertalian partai uji coba juga utk mengilapkan pemain muda. Oleh sebab itu dia yakin timnya selalu mendapati kemenangan walau tanpa rivalitas kompetitif.

“Setiap tim menghasilkan progresi, tercakup pasukan aku. Setiap pemain start mengerti satu sama lainnya dgn lebih baik, juga semacam yg sudah saya ungkapkan, saya miliki banyak tokoh muda, ” bunyi Deschamps.

“Anda gak siap memilih tokoh berpengetahuan sejak hari pertama sampai hari-hari selanjutnya. Anda butuh waktu & mungkin ada sejumlah pemain muda yg mampu hadir bagi kompetisi selanjutnya, ” demikian dia.

Prancis akan menjalani dua pertandingan uji coba untuk waktu dekat ini. Masing-masing menghadang Albania dalam Sabtu (15/11/2014) dan Swedia 4 hari berikutnya (19/11).